content news
News > Corporate News

01 Juni 2017
Mengimplementasikan KPKU, Menjaga Pengelolaan Perusahaan

Dalam waktu berdekatan dengan assessment Good Corporate Governance (GCG), PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) turut menerima kunjungan dari tim assessor Kriteria Penilaian Kinerja Unggul (KPKU) Krakatau Steel Group (KSG) yang telah menjadi agenda rutin tiap tahunnya. Assessment ini menjadi bagian dari pengukuran kinerja perusahaan yang berada di bawah naungan Kementerian BUMN, mulai dari BUMN hingga anak perusahaannya.

Kriteria Penilaian yang mengadopsi dari Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCfPE) ini memfokuskan pada perspektif kesisteman sehingga tercipta sebuah pengelolaan ekselen dan meningkatkan kinerja perusahaan. Nantinya, hasil assessment akan mengeluarkan dua rekomendasi yang berupa most Strength dan most Opportunity for Improvement (OFI). Most OFI inilah yang akan menjadi tolok ukur pembenahan perusahaan sehingga terus berimprovisasi menuju perusahaan kelas dunia.

Menurut Alugoro Mulyowahyudi, Direktur Utama PT KDL, KPKU telah menjadi bagian integral bagi PT KDL dan tertanam sepenuhnya dalam perspektif manajemen sebagai pedoman pengelolaan perusahaan yang baik. “Bisnis listrik ini sangat regulated dan seringkali jenis pelanggannya sudah ditetapkan. PT KDL sendiri memiliki pelanggan listrik dengan prosentase 50 persen adalah PT KS, dan 50 persen lainnya non-KS,” paparnya. Dengan adanya pengukuran kinerja dari KPKU, akan memudahkan PT KDL untuk menemukan dasar keberhasilan manajemen dalam pengelolaan perusahaan, terutama di bidang kompetensi inti.

Alugoro mengakui, bisnis listrik menjadi berat setelah hulu Steel Making di PT KS ditiadakan sehingga membuat produksi listrik tidak maksimal terserap. “Maka dari itu kami terus menggenjot dari dua sektor lainnya, yaitu jasa kelistrikan dan distribusi gas alam untuk menjadi wilayah diversifikasi KDL,” jelasnya mengacu pada usaha yang dilakoni perusahaan.

Setelah sambutan Direktur Utama, acara berlanjut dengan pengenalan dari para Assessor KPKU. Untuk assessment kali ini ada lima assessor yang fokus pada tujuh kategori antara lain Muji Widodo, Catur Totok Agung, Khotibul Umam, Yayat Permana dan Makruf Heru Muliyanto. Para Assessor ini akan bekerja selama empat hari penuh dan akan mengumumkan hasilnya tepat pada closing ceremony di hari kelima.

Dalam sambutannya, ketua tim KPKU, Muji Widodo menyampaikan inti kegiatan assessment ini bukan untuk mencari kesalahan, tapi berupaya membenahi sistem yang sudah ada sehingga dapat sejalan dengan kriteria yang diterapkan MBCfPE. “Dengan perspektif kesisteman akan memudahkan perusahaan menetapkan pengaplikasian manajerial berbasis performa ekselen,” tegasnya. Muji juga meminta untuk assessment kali ini diharapkan dapat memberikan data kombinasi tahun buku 2015 dan 2016 agar data yang dianalisa tidak terlalu usang.

 

Setelah seluruh acara pembukaan selesai, para assessor melanjutkan tugasnya dengan memberikan High Level Question terlebih dahulu kepada seluruh Direksi dan kemudian sore harinya seluruh assessor langsung berfokus kepada masing-masing kategori. (hag)


***


 Dilihat : 184 kali


Kantor Jakarta: Gedung Krakatau Steel Lt 7, Jl. Jend Gatot Subroto Kav 54, Jakarta - Indonesia | Phone 021. 3729.1962, Fax. 021.5235.553
Kantor Cilegon: Jl. Amerika I, Kawasan Industri Krakatau. Cilegon 43443 Indonesia | Phone 0254.315001 / 371330 | email: info@kdl.co.id

© 2011 PT Krakatau Daya Listrik