Corporate News

Modifikasi Valve Untuk Efisiensi Waktu Penggantian Filter Oli

Wednesday 10:41 / Mar 07, 2018

PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) menunjukkan komitmennya untuk selalu memberikan inovasi teknologi terbaik demi kepuasan pelanggan. Salah satu tim Gugus Kendali Mutu (GKM) PT KDL, yaitu GKM Pilot, menyabet gelar juara kedua inovasi terbaik pada ajang Konvensi Mutu Tingkat Perusahaan Krakatau Steel Group. Tim ini memamerkan inovasi berupa modifikasi pipa oli hidraulik dengan menambah katup (valve) pada jalur pipanya, sehingga proses penggantian filter dapat berjalan tanpa harus menonaktifkan proses pembangkitan terlalu lama.

Mekanisme yang membawa GKM beranggotakan Imam Rojani, Eko Kristiawan, Jarot Kisworo, Ilham Pribadi, Aris Perdana, Rilo Budiawan, Sigit H dan Hendi Suryana ini memenangi juara kedua ialah terkait proses penggantian filter IGV dan GCV pada Gas Turbin Generator (GTG) 1 dan 2 Combined Cycle Power Plant (CCPP) 120 MW.

Seperti diketahui, saat proses perawatan rutin berupa penggantian oli dan filter oli, maka untuk sementara waktu pembangkit CCPP 120 MW dinonaktifkan. Saat proses penonaktifan ini ketersediaan (availability) plant menurun karena tidak mampu berproduksi. Padahal, frekuensi penggantian filter oli sesuai manual book harus dijalankan sebanyak dua kali dalam setahun. Lebih rumitnya lagi, setiap kali penggantian, personil perawatan membutuhkan durasi waktu selama 28,23 jam.

Alhasil, setahun akan ada masa non aktif plant selama 56,47 jam. Dari masa non aktif karena penggantian filter tersebut, PT KDL mengalami permasalahan losses mencapai Rp. 3,907,026,354,- pertahun untuk satu unit GTG yang dimatikan selama 28 jam.

Untuk itu GKM Pilot dengan personilnya yang sepenuhnya dari Maintenance Division coba memangkas masa penggantian filter oli ini dengan improvisasi di sisi mekanik, yaitu penambahan dua buah katup pada sisi jalur oli pelumasan menuju jalur oli hidraulik.

Kronologisnya, setelah rancangan disetujui oleh pihak manajemen, tim sesegera mungkin memodifikasi jalur oli pelumasan menuju jalur oli hidraulik dengan penambahan dua katup. Pada saat penggantian filter hidraulik IGV dan GCV, oli pelumas yang bertekanan karena masih beroperasi, tidak masuk dalam jalur oli hidraulik karena telah dialihkan melalui katup. Sedangkan pada jalur hidraulik, filter oli dapat diganti dengan cepat dan mudah tanpa harus menunggu pompa oli pelumas dimatikan. Sebagai informasi, yang membuat proses penggantian filter dan oli berlangsung lama adalah keharusan untuk menunggu temperatur turbin turun dari 300 derajat celcius menjadi 100 derajat celcius. Proses ini memakan waktu sampai dengan 26 jam setelah gas turbin dimatikan.

Dengan modifikasi ini, penggantian filter kini hanya cukup dengan mematikan gas turbin generator dan menutup katup yang berada di jalur pelumas ke jalur hidraulik kemudian proses penggantian dapat berjalan. Hal ini memangkas proses yang awalnya membutuhkan waktu 28 jam, kini hanya menghabiskan waktu 1,5 jam setiap penggantian. Karena pola ini pula akhirnya losses penjualan listrik ke pelanggan berkurang menjadi Rp.207,575,190,- pertahun untuk dua kali penggantian. Maka dari modifikasi tersebut tim GKM Pilot berhasil memangkas biaya dan meningkatkan penghematan perusahaan sebesar Rp. 3,699,451,164,- pertahun untuk satu unit GTG. Jika diakumulasi dengan GTG 2, maka penghematan yang didapat menjadi lebih besar yaitu Rp. 7,398,902,328,- pertahun.

Kedepannya GKM ini akan terus melanjutkan inovasinya demi kemajuan perusahaan. (hag)

Customer Info

Customer Support

Customer Feedback

Billing Info

PT KRAKATAU DAYA LISTRIK

Press enter to search