Corporate News

PT KDL Benchmark Transformasi Budaya di PT KAI

Wednesday 13:36 / Jul 04, 2018

Tepat waktu, aman, bersih, nyaman, mudah di akses dan ramah. Ya, itu merupakan gambaran wajah PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) saat ini. Dari yang dahulu terkenal carut marut, kini perusahaan yang bergerak di bidang transportasi darat berbasis jalur rel itu berubah menjadi sebuah moda dengan layanan profesional dan terkenal akan pelayanannya, mulai dari stasiun keberangkatan hingga penumpang tiba di tujuan.

Perubahan signifikan ini berkat keberhasilan mereka bertransformasi budaya dan menanamkan pola pikir kedisiplinan yang mengakar dari top management hingga ke akar rumput. Hal Inilah yang menginspirasi PT KDL melakukan benchmarking (studi banding) ke kantor pusat PT KAI yang berada di Bandung.  

Seperti diketahui, sejak Februari lalu PT KDL telah meluncurkan Visi, Misi dan Tata Nilai perusahaan yang baru. Agar implementasinya berlangsung efektif dan mengakar, perusahaan memiliki urgensi untuk langsung belajar kepada perusahaan yang berhasil menerapkan transformasi budaya. Dari sekian banyak perusahaan pembanding, PT KAI dianggap sebagai salah satu perusahaan yang memiliki contoh kesuksesan dan telah lepas landas menikmati hasil perubahan budaya yang mereka canangkan 2009 lalu.

Benchmarking ini dilaksanakan pada 14-15 Mei lalu dan diikuti oleh Direksi PT KDL beserta seluruh Change Leader dan Change Agent Transformasi Budaya Perusahaan PT KDL.

Sebagai bentuk Experiential Learning, rombongan diwajibkan untuk mengikuti seluruh rangkaian studi banding ini, mulai dari mengikuti Briefing on Train (Briefing di dalam Kereta) oleh seluruh jajaran Direksi di dalam kereta Argo Parahyangan, mengikuti pendalaman materi budaya oleh Kang Ade S. Martadipura (Bagian dari Tim Budaya Bank Mandiri) hingga mengunjungi kantor pusat KAI di Jalan Perintis Kemerdekaan.

Selama di kereta, direksi menyampaikan berbagai hal terkait pentingnya perubahan budaya. Seperti yang disampaikan oleh Alugoro Mulyowahyudi, Direktur Utama PT KDL, sebuah budaya sangat menentukan kesuksesan, entah itu pada suatu perusahaan atau pada suatu negara. “Budaya perusahaan adalah nilai-nilai atau kepercayaan yang diyakini oleh seluruh karyawan sehingga membentuk perilaku kerja positif untuk mencapai kesuksesan perusahaan. Hendaknya nilai-nilai inti budaya perusahaan tidak hanya berhenti menjadi slogan atau tempelan di dinding saja, tetapi harus dapat diturunkan menjadi sebuah program kerja budaya perusahaan yang terimplementasi dan termonitor secara konsisten. Pada akhirnya, implementasi dari program kerja budaya ini dapat berkontribusi bagi pencapaian semua target perusahaan,” tukasnya.

Hal ini turut diamini oleh Anie Handayani, Direktur Keuangan dan Administrasi PT KDL. Anie menuturkan tujuan dari studi banding perubahan budaya ini adalah untuk memberikan bekal kepada tim Implementasi agar berhasil menerapkan dan menanamkan budaya baru kepada seluruh elemen di PT KDL. “Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, kita harus membuktikan bahwa dengan adaptasi melalui perubahan value, kita juga dapat berkompetisi di tingkat nasional,”tegas Anie.

Bagi Gersang Tarigan, Direktur Perencanaan dan Niaga PT KDL, keberhasilan perubahan budaya baru akan terasa efeknya apabila dapat dirasakan juga oleh seluruh stakeholder. “Hal ini juga dapat diterjemahkan menjadi indikator kepuasan stakeholder. Apabila stakeholder puas atas pelayanan dan kinerja kita, maka disinilah perubahan budaya kita dikatakan berhasil,” paparnya.

Tak lupa Parjo Sutoyo, Direktur Operasi PT KDL mengarahkan agar kehandalan operasi menjadi pokok utama yang harus dikedepankan apabila perubahan budaya telah terimplementasi dalam perilaku kerja harian.

Saat berkunjung ke kantor PT KAI, rombongan diterima oleh Deputi Direktur Pemasaran dan Penjualan Angkutan Penumpang PT KAI, Wawan Ariyanto. Disana Wawan menjelaskan mengenai bagaimana transformasi yang dilakukan oleh PT KAI telah dimulai sejak 2009. “Pada 2011 kami meluncurkan logo baru yang menggambarkan sebuah tekad untuk menjadi organisasi profesional dan modern. 2012 kami tingkatkan kualitas contact center, 2014 terbangun fasilitas kereta bandara di Kualanamu dan 2016 kami sudah meluncurkan KAI Access yang dapat melayani check-in dan e-boarding,” ujarnya.

Ditambahkan Wawan, semua inovasi tersebut dibangun berlandaskan empat pilar utama yang tersublimasi dalam budaya perusahaan, yaitu Keselamatan, Ketepatan Waktu, Pelayanan dan Kenyamanan. Berkat terobosan ini PT KAI sejak 2008 hingga 2016 ini mengalami kenaikan keuntungan signifikan hingga 300 persen.

Selesai berkunjung ke PT KAI, rombongan pun langsung menuju stasiun untuk bersiap menaiki kereta yang membawa kami meninggalkan Bandung sebelum terbenamnya matahari. (hag)

Customer Info

Customer Support

Customer Feedback

Billing Info

PT KRAKATAU DAYA LISTRIK

Press enter to search